Halaman

Senin, 31 Oktober 2011

CARA WUDHU RASULULLAH SAW

WUDHU'...... ialah menggunakan air yang suci (memenuhi syarat) untuk membersihkananggota­anggota tubuh tertentu yang sudah diterangkan berdasarkan Al­Qur'an dan Al­Hadist. Dasar­dasar Perintah Wudhu': 

  1.     Al­Maidah (5): 6. Hai orang­orang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimusampai dengan kedua mata­kaki,...
  2.       Al­Hadist: HSR (Hadist Sahih Riwayat) Bukhary­Fathul Baary, I:206; Muslim, no. 225)Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda: Allah tidak menerima shalat salah seorangdiantara kamu apabila ia berhadats, sehingga ia berwudhu'.
  3.      Al­Hadist: HSR­Muslim, I:160). Dari Ibnu Umar: Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw bersabda: Allah tidak akan menerima sholat (orang)yang tidak bersuci dan tidak menerima shodaqah dari hasilpenipuan (khianat).
  4.     Al­Hadist: HSR Abu Dawud, no. 3760; Tirmidzi, no. 1848 (Hasan­Sahih) dan Nasa'i I:73). Dari Ibnu Abbas, telah bersabda Rasulullah saw: Hanyalah aku diperintah berwudhu',apabila aku hendak sholat.(Hadis ini disahihkan oleh Muh.Nashiruddin Al­Albany dalam "Sahih Jaami'us Shaghiir, no.2333). 
  5.     Al­Hadist: HSR Abu Dawud, no.60; Tirmidzi, no.3; Ibnu Majah no.275). Dari Abu Sa'id, telah bersabda Rasulullah saw: Kunci sholat adalah bersuci, tahrimnyaadalah takbir dan tahlilnya adalah salam.(Disahihkan oleh MNA­A dam "Sahih Jaami'us Shaghiir, no. 5761).

Cara Wudhu Rasulullah saw
1. N I A T.
Niat artinya sengaja dengan penuh kesungguhan hati untuk mengerjakan wudhu' semata-­mata karena menaati perintah Allah SWT dan Rasulullah Muhammad saw..Ibnu Taimiyah berkata tempat NIAT adalah dihati bukan di lisan (ucapan) dalam semua masalah ibadah. Dan seandainya ada yang mengatakan bahwa lisannya berbeda denganhatinya, maka yang diutamakan adalah apa yang diniatkan dalam hatinya dan bukanlahyang diucapkan. Dan seandainya seorang berkata dengan ucapannya yang niatnya tidak sampai kehati maka tidaklah mencukupi untuk ibadah, karena niat adalah kesengajaan dan kesungguhan dalam hati. (Majmuu'atir­Rasaa­ilil­Kubro:I:243).
Rasulullah menerangkan:Dari Umar bin Khotab, ia berkata, Telah bersabda Rasulullah saw:"Sesungguhnya segala perbuatan tergantung kepada niat, dan manusiaakan mendapatkanbalasan menurut apa yang diniatkannya......(lanjutan hadist tsb:...."Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan RasulNya, makahijrahnya itu kepada Allah dan RasulNya, dan barangsiapa yang hijrahnya karena keduniaanyang hendak diperolehnya atau disebabkan karena wanita yang hendak dikawininya, makahijrahnya itu adalah karena tujuan­tujuan yang ingin dicapainyaitu). HSR (Hadist Sahih Riwayat) Bukhory, Fathul Baary I:9; Muslim, 6:48).
 2. TASMIYAH (membaca Basmallah).
Dari Abu Hurairoh ra., ia berkata:Telah bersabda Rasulullah saw: "Tidak sempurna wudhu' bagi yang tidak menyebut namaAllah padanya (HR. Ibnu Majah 339; Tirmidzi 26; Abu Dawud 101).
Hadist ini juga ditulis dalam Ahmad, 2:418; Hakim 1:146; Baihaqi 1:43 dan Daraquthnyp.29.Dari Anas ra. ia berkata: sebagian para sahabat Nabi saw mencari air untuk berwudhu', laluRasulullah bersabda: "Apakah ada di antara kalian orang yang mempunyai air (membawaair)? Kemudian beliau meletakkan tangannya ke dalam air tsb.seraya berkata: BERWUDHU' LAH kalian dengan membaca BISMILLAH(Wa yaquulu tawadh­dho­uu BISMILLAAHI)!! .........(lanjutan hadistnya:....... lalu aku melihat air keluar dari jari­jari tangannya, hingga merekaberwudhu' (semuanya) sampai orang terakhir berwudhu'. Kata Tsabit: Aku bertanya kepadaAnas:Berapa engkau lihat jumlah mereka?? Kata Anas: kira­-kira jumlahnya ada tujuh puluh orang. (HSR. Bukhory I:236; Muslim 8: 411 dan Nasa'i no.78).
3. Mencuci kedua Telapak Tangan.
Dari Humran bin Abaan, bahwasanya "Usman minta dibawakan air untuk wudhu', lalu ia mencuci kedua telapak tangannya tiga kali ................... , kemudian ia berkata: "Akumelihat Rasulullah saw. berwudhu seperti wudhu' saya ini (lihat HSR. Bukhary dalamFathul Baary I:259 no.159;160;164;1934 dan 6433 dan Muslim 1:141)
Dari Abu Hurairah, ia berkata: telah bersabda Rasulullah saw.Bila salah seorang diantaramu bangun tidur, janganlah ia memasukkan tangannya kedalam bejana, sebelum ia mencucinya tiga kali, karena ia tidak tahu dimana tangannya itu bermalam (HSR. Bukhary, Fathul Baary, 1:229). 
4. Berkumur­kumur (Madhmadhoh) dan menghirup air kehidung(Istinsyaaq)
Dari Abdullah bin Zaid al­Anshori, ketika diminta mencontohkan cara wudhu' Rasulullahsaw..............hingga ia berkata:"Lalu ia (Rosulullooh saw.) berkumur-­kumur dan menghirup air kehidung dari satu telapaktangan, ia lakukan yang demikian tiga kali (HSR. Bukhary dan Muslim /lihat dari hadist­hadist di nomor 3).
Dari Amr bin Yahya, ia berkata: Lalu ia berkumur­kumur dan menghirup air kehidung danmenyemburkan dari tiga cidukan (HSR Muslim 1:123 dan 3:122).
Dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi saw. bersabda: Apabila salah seorang dari kamuberwudhu,maka hiruplah air kehidung kemudian semburkanlah (HR Bukhary, Fathul Baary1:229; Muslim 1:146 dan Abu Dawud no.140).
Dari Laqith bin Shobroh, ia berkata: Ya Rasulullah ! Beritahukanlah kepadaku tentangwudhu'! Beliau bersabda: "sempurnakanlah wudhu', menggosok sela­sela jemari danbersungguh­sungguhlah dalam menghirup air kehidung, kecuali kalau kamu berpuasa".(HR. Abu Dawud no.142; Tirmidzi 38; Nasa'i 114 dan Ibnu Majah no.407).Hadist ini disahihkan oleh Ibnu Hibban dan Hakim dan disetujui oleh Imam Adz­Dzahabi dandisahihkan juga oleh Nawawy (Lihat Ta'liq atas Syarah Sunnah lil Imam Al­Baghowy,1:417).
Dari Abdu Khoir, ia berkata: Kami pernah duduk memperhatikan Ali ra. yang sedang berwudhu', lalu ia memasukkan tangan kanannya yang penuh dengan air dimulutnya berkumur-­kumur sekaligus menghirup air kedalam hidungnya, serta menghembuskannya dengan tangan kiri.Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali, kemudian ia berkata, barangsiapa yang senang melihat cara bersucinya Rasulullah saw. maka inilah caranya (HR Ad­Daarimy 1:178). Kata Al­Albany sanadnya shahih (lihat Misykaatul Mashaabih 1:129 no.411).
5. Membasuh muka.
Batas Muka meliputi, mulai dari tempat tumbuhnya rambut dikepala sampai kejenggot dandagu, dan dari samping mulai dari tepi telinga sampai tepi telinga berikutnya.Firman Allah S. Al­Maidah (5):6Dan basuhlah muka­mukamu.Bukhory dan Muslim meriwayatkan dari Humran bin Abaan, bahwa Utsman minta air wudhu,lalu ia menyebut sifat wudhu Nabi s.a.w., ia berkata: "kemudian membasuh mukanya tigakali" (BUkhory I:48; Fathul Baary I:259,no.159 dan Muslim I:141)
 6. Mencuci Jenggot (Takhliilul Lihyah)
Berdasarkan hadits Utsman ra. :Bahwasanya Nabi saw. mencuci jenggotnya. (HR. Tirmidzi no.31, ia berkata hadist ini HASAN­ SAHIH; Ibnu Majah no.430; Ibnul Jarud, hal,43; Hakim I:149 dan ia berkata:SANADNYA SAHIH). Hadist ini disahihkan pula oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban (LIhatTa'liq syarah Sunan Imam al­Baghowy I:421).
Dari Anas ra. bahwa Nabi saw. bila berwudhu' mengambil seciduk air (ditelapak tangannya),kemudian dimasukkannya kebawah dagunya, lalu ia menyela­nyela jenggotnya serayabersabda:"Beginilah Robb­ku 'Azza wa Jalla menyuruh aku" (HSR. Abu Dawud, no.145;Baihaqy I:154 dan Hakim I:149). Syaikh Al­Albany berkata Hadist ini sahih (Shahih Jaami'us Shoghiir, No. 4572).
Sebagian ulama berpendapat bahwa mencuci jenggot ini wajib, tetapi sebagian mengatakanwajib untuk mandi janabat dan sunnah untuk wudhu, Imam Ahmad termasuk yangmenyetujui pendapat terakhir('Aunul Ma'bud I:247).
 7. Membasuh Kedua Tangan Sampai Kesiku.
Allah berfirman S.Al­Maidah (5):6 Dan basuhlah tangan­tanganmu sampai siku.
Dari Humron bin Abaan bahwa Utsman minta air wudhu', lalu ia menyebut sifat (tatacara)wudhu' Nabi saw., kemudian Humron berkata: Kemudian ia membasuh tangannya yang kanan sampai siku, dilakukan tiga kali dan yang kiri demikian pula. (Lihat hadist yang sama dalam membasuh muka, SAHIH).
Dari Nu'aim bin Abdullah Al Mujmir, ia berkata: Aku pernah melihat Abu Hurairah berwudhu', lalu ia menyempurnakan wudhu'nya, kemudian ia membasuh tangan kanannya hingga mengenai bagian lengan atasnya, kemudian membasuh tangan kirinya hingga mengenai bagian lengan atasnya............dan diakhir Hadist ia berkata: demikianl;ah aku melihat Rasulullah saw.berwudhu' (HSR. Muslim, I:246 atau Shohih Muslim, I:149/Daarul Fikr,cet.).
Dari Jabir r.a. bahwa Nabi saw. bila berwudhu' mengalirkan air atas kedua sikunya (HR.Daruquthni, I:15; Baihaqy, I:56). Ibnu Hajar mengatakan Hadist ini Hasan, dan Syaikh Al­Albany berkata SAHIH (Shohih Jaami'us Shoghiir, no.4574.
8. Mengusap Kepala, Telinga dan Sorban.
Allah berfirman: S.Al­Maidah (5):6Dan usaplah kepala-­kepalamu.Yang dimaksud disini adalah mengusap seluruh kepala, dan bukanlah sebagian kepala (LihatAl­Mughni, I:112 & I:176 dan Nailul Authar, I:84 & I:193).Dari Abdullah bin Zaid, bahwa Rasulullah saw. mengusap kepalanya dengan dua tangannya,lalu ia menjalankan kedua tangannya kebelakang kepala dan mengembalikannya, yaitu beliau mulai dari bagian depan kepalanya, kemudian menjalankan kedua tangannya ketengkuknya, lalu mengembalikan kedua tangannya tadi ke tempat dimana ia memulai(HSR. Bukhory I:54­55; Muslim I:145; Sahih Tirmidzi No.29; Abu Dawud no.118; SahihIbnu Majah no.348; Nasa'i I:71­72 dan Ibnu Khuzaimah no.173. Dalam Fathul Baary I:289no.185. Dalam Nailul Author I:183. Hukumnya WAJIB.
 TELINGA
Dari Abu Umamah, ia berkata: Nabi saw. pernah berwudhu', lalu beliau membasuh mukanyatiga kali; membasuh kedua tangannya tiga kali dan mengusap kepalanya dan ia berkata:DUA TELINGA ITU TERMASUK KEPALA (HSR. Tirmidzi no.37; Abu Dawud no.134 dan IbnuMajah no.444). 
Syaikh Muhammad Nashiruddin al­Albany berkata: Hadist ini sahih dan mempunyai banyak jalan dari beberapa sahabat (lih.Silsilah Alhaadits Shohihah juz I: 47­57).
Dari Rubayyi' binti Mu'awwidz, bahwasanya Nabi saw. mengusap kepalanya dengan air sisayang ada di tangannya. (HR. Abu Dawud no.130 & Sahih Abu Dawud no.120, hadist inidihasankan oleh Abu Dawud).
Dari Abdullah bin Zaid: Bahwa pernah melihat Nabi saw. berwudhu' lalu beliau mengusap kepalanya dengan air yang bukan dari sisa kedua tangannya. (Sahih Tirmidzi no.32; AbuDawud no.120 & Sahih Abu Dawud no.111).
Dari Abdullah bin Amr.­ tentang sifat wudhu' nabi saw., kemudian ia berkata:" Kemudianbeliau saw. mengusap kepalanya dan dimasukkan kedua jari telunjukknya dikeduatelingannya, dan diusap (daun telinga) dengan kedua ibu jarinya.(HR. Abu Dawud no.135, Nasa'i no.140 dan Ibnu Majah, no.422 dan disahihkan oleh IbnuKhuzaimah).Kata Ibnu Abbas: bahwa Nabi saw. mengusap kepalanya dan dua telinganya bagian luar dan dalamnya (HSR. Tirmidzi no.36; Ibnu Majah no.439; Nasaiy I:74; Baihaqy I:67 dan IrwaaulGholil no.90).
MENGUSAP ATAS SORBAN
Amr bin Umayah Adh­Dhamriy, ia berkata: Aku pernah melihat Rasulullah s.a.w. mengusap atas serbannya dan dua sepatunya. (HSR=Hadist Sahih Riwayat; Bukhory, I:59; FathulBaary, I:308, no.204 dan 205).
Dari Bilal r.a. ia berkata: Bahwa Nabi s.a.w mengusap atas dua Khufnya (sepatu) dan khimarnya (sorban). (HSR Muslim, I:159, Mukhtashar Shahih Muslim no.141; Nailul AutharI:196).
Adapun peci/kopiah/songkok, maka tidak boleh diusap atasnya, karena tidak ada kesulitanbagi kita untuk melepaskannya. Walloohu a'lam.Adapun kerudung/jilbab perempuan, maka dibolehkan untuk mengusap di atasnya, karena Ummu Salamah r.a. pernah mengusap jilbabnya. Hal ini disebutkan oleh Ibnu Mundzir (lihatAl­Mughni I:312 dan I:383­384).
 MEMBASUH KEDUA KAKI SAMPAI KEDUA MATA KAKI
Allah SWT berfirman ....Dan basuhlah kaki­kakimu hingga dua mata kaki (S.5(Al­Maidah: 6).
Dari Abdullah bin 'Amr, ia berkata: Rasulullah s.a.w pernah tertinggal dari kami dalam suatu bepergian, lalu beliau menyusul kami, sedang ketika itu kami terpaksa menunda waktu Ashar sampai menjelang akhir waktunya maka kami mulai berwudhu' dan membasuh kaki-kaki kami. Abdullah bin 'Amr berkata kemudian Rasulullah s.a.w. menyeru dengansuara yang keras: "Celaka bagi tumit-tumit dari api neraka! beliau ucapkan yang demikian2 atau 3 kali. (HSR. Bukhory, I:49; Fathul Baary I:265; Muslim, III:132­ 133).
 Imam Nawawy di dalam syarah Shahih Muslim sesudah membawakan Hadist di atas,beliau berkata, Imam Muslim beristidhal (untuk menjadikan dalil) dari hadist ini tentang wajibnya membasuh kedua kaki dan tidak cukup hanya mengusap saja.
Dari Nu'aim bin Abdillah al Mujmir r.a. ia berkata: Aku pernah melihat Abu Hurairahberwudhu', lalu ia mencuci mukanya, kemudian ia menyempurnakan wudhu'nya, lalu iamencuci tangan kanannya hingga mengenai bagian lengan atasnya, kemudian mencuci tangan kirinya hingga mengenai bagian lengan atasnya, kemudian mengusap kepalanya,kemudian MENCUCI BAGIAN KAKINYA YANG KANAN HINGGA MENGENAI BETISNYA lalu kakinya yang KIRI HINGGA BETISNYA, kemudian berkata: demikianlah aku melihatRasulullah s.a.w. berwudhu', dan bersabda: Kalian adalah orang­orang cemerlang muka,kedua tangan dan kaki pada hari Kiamat, karena kalian menyempurnakan wudhu'. Olehkarena itu barangsiapa di antara kalian yang sanggup, MAKA HENDAKLAH IA MEMANJANGKAN KECEMERLANGAN MUKA , DUA TANGAN DAN KAKINYA. (HSR. MuslimI:149 atau Syarah Shahih Muslim no.246).
Dari Mustaurid bin Syaddaad al Fihry, ia berkata:"Aku pernah melihat Nabi s.a.w bilaberwudhu', beliau menggosok jari­-jari kedua kakinya dengan jari kelingkingnya. (HSR AbuDawud, No. 148; Shahih Tirmidzi no.37 dan Shahih Ibnu Majah no. 360). Dalam ShahihIbnu Majah ia menggunakan kata menyela-­nyela sebagai pengganti menggosok­gosok celah-­celah jari).
MULAI DARI YANG KANAN
Dari 'Aisyah r.a., ia berkata: Adalah Rasulullah s.a.w. menyukai mendahulukan yang kanan ketika memakai sandalnya, menyisir, bersuci dan dalam semua urusannya (Bukhory, FathulBaary, 1:235; Muslim no. 268).
Dari Abi Hurairoh r.a., bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: Apabila kamu mengenakanpakaian dan bila kamu berwudhu', maka mulailah dari anggota­angota kananmu (Sahih AbuDawud, no. 3488; dan Ibnu Majah no.323).
 JUMLAH AIR YANG DIGUNAKAN
Dari Anas r.a., ia berkata:"Nabi biasa berwudhu' dengan memakai satu mud dan mandidengan satu sha' sampai lima mud (Muslim, 1: 156).*** 1 sha' = 4 mud; 1 mud = ...liter (saya tidak tahu/lupa bertanya).*** Saya bertanya kepada Pak Guru, kalau pakai kran bagaimana ?1. Jangan membuka terlalu besar (sedang­sedang saja).2. Selesai wudhu' krannya dimatiin baru berdo'a.3. Kalau ngobrol dengan teman krannya dimatiin.**** prinsipnya jangan boros.

DO'A SELESAI WUDHU'
'Umar bin Khoththob, ia berkata: telah bersabda Rasulullah s.a.w. :Tidak seorangpun di antara kamu yang berwudhu', lalu menyempurnakan wudhu'nya,kemudian membaca:
 Asy­hadu alla ilaaha illalloohu wahdahu laa syarii­kalahu wa asy­hadu annaMuhammdan 'abduhu wa roosuuluhu;
kecuali mesti dibukakan baginya pintu­-pintu surga yang delapan, yang ia akan masuk darimanapun yang ia kehendaki (Muslim 1:144­145; dll buku hadist).Dengan tambahan bacaan : ....
 Alloo­hummaj'alnii minat­tawwaa­biina waj'alnii minal­mutath­thoh­hiriina
Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang­orang yang bertaubat dan dijadikan aku termasuk orang­-orang yang membersihkan diri.Katanya tambahan ini ada keraguan, tetapi disahihkan oleh Syaikh Al­Albany dalam Jami'usShoghiir, no. 6043.
Dari Abu Sa'ad al­Khudriy, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah s.a.w.:Siapa yang berwudhu', kemudian sesudah selesai berwudhu' ia membaca:Sub­haanaka alloohumma wa bihamdika asy­hadu allaa ilaaha illaa an­ta as­tagh­firukaalloohumma wa atuu­bu ilaik.
Maha suci Engkau Ya Allah, dengan memuji Engkau aku mengakui bahwa tiada Tuhanmelainkan Engkau, aku memohon ampun Ya Allah dan bertaubat kepadaMU), akan ditulis dikertas putih, kemudian dialihkan pada stempel yang tidak akan pecah sampai hari kiamat(HR. Ibnus­Sunny)Disahihkan dalam Shohih Jami'us­Shoghiir, no.6046.

YANG MEMBATALKAN WUDHU'

  1.    Apa­apa yang keluar dari salah satu dari kedua jalan (vulva dan anus/dubur).Dari Abu Hurairoh, ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda:Allah tidak menerima sholat salah seorang diantara kamu, apabila ia berhadats, sampai ia berwudhu' (Bukhory, 2:43 dan Muslim 1:140­141; Fathul Baary, 1:234 dll buku hadistTirmidzi, no.76 dan Ahmad 2:318).QS. An­Nisa'(4):43..atau salah seorang di antara kamu datang dari tempat buang air. Dari Abu Hurairoh r.a., ia berkata: telah bersabda Rasulullah s.a.w.: Apabila salah seorangdi antara kamu merasakan sesuatu di dalam perutnya, kemudian ia ragu-­ragu apakah telah keluar atau tidak, maka janganlah keluar dari masjid (janganlah membatalkan sholatnya)sampai benar­-benar ia mendengar suara atau menemukan bau (Syarah Muslim 4:51).
  2.     Tidur nyenyak. Dari Ali bin Abi Thalib r.a., ia berkata: Rasulullah s.a.w.bersabda: Mata itu pengikat dubur, maka siapa saja yang tidur (nyenyak) hendaknya ia berwudhu' (Shahih Abu Dawud no.188; Ibnu Majah no.386)berderajat hasan.
  3.     Menyentuh kemaluan tanpa ada batas. Ada pertentangan didalamnya.Dari Abu Hurairoh r.a. ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda:Jika salah seorang dari kamu menyentuh tangannya pada kemaluannya dengan tanpa alas dan tutupan, maka ia wajib wudhu' (Hakim, 1:13).  Dari Qais bin Thalq bin Ali dari ayahnya, ia berkata:Rasulullah s.a.w. ditanya tentang seseorang yang menyentuh kemaluannya sesudahberwudhu' (apakah harus wudhu'lagi)? Lalu Nabi s.a.w. menjawab: Sebenarnya kemaluan itu bagian dari tubuhmu sendiri. (Shahih Abu Dawud no.167; Sh.Ibnu Majah no.392).Sehingga ada yang mempertentangkan tentang kedua hadist ini. Syaikhul Islam IbnuTaimiyyah menggabungkan kedua hadist ini dan berkata kalau menyentuh yang dimaksuddengan syahwat (nafsu) maka batal wudhu'.

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 komentar: on "CARA WUDHU RASULULLAH SAW"

Posting Komentar